Kembali kepada waktu yang kumandang adzan subuhnya belum terdengar
pada waktu ketika kamu menguap menjadi sejuknya pagi pertama setelah berakhirnya hari-hari tenang

Dengan menggantungkan rindu pada cantelan di dahimu
dimulailah hari-hari
yang dingin ubinnya membekukan keinginan
juga mengurung kegelisahan
pada tempat yang terkadang tepat

Menekuk diri
Sambil menghitung pagi yang terulang

Awalan ini kukira akhir
Awalan gelisah setelah akhiran tenang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s